GLEE – The Underdog among us



Telat gak sih, kalau gue baru menyukai serial GLEE ketika serial ini udah masuk musim ke-4. Yeah, seperti Bio twitter gw tempo hari, “Hidup saya adalah sebuah keterlambatan”, jadi ya gitu deh. Emang, hidup gue ini serba telat … #edisi tjurhat

Sejak gw langganan TV kabel di rumah, serial GLEE yang ditayangin di channel Starworld dan jaringan Fox ini bikin gue betah berlama-lama mantengin TV (ini hal yang gak biasa karena buat gw dengerin radio lebih asyik ketimbang nonton TV).  I fall in love with those kids...

Mengejar ketertinggalan, gw berniat memborong dvd (bajakan, tentu!) GLEE dari season 1. Beruntung, ada seorang teman yang juga pecinta GLEE mau minjemin (dan ikhlasin?) dvd-nya lengkap season 1,2,3. Untuk season 4, gue ngikutin secara rutin sampe khatam di Starworld setiap weekend.

Serial GLEE ini sempat membuat hysteria massal di Amrik sono. Jargon GLEE (Jari telunjuk dan jempol membentuk huruf L di depan jidat) menjadi semacam kode dan symbol wajib para GLEEK (sebutan untuk fans GLEE).

Buat gue GLEE keren banget! GLEE club adalah kumpulan orang-orang yang ‘extraordinary’, marginal, underdog, orang buangan, orang pinggiran, orang-orang yang selalu dipandang sebelah mata, yang kalau mereka jalan, orang lain akan tutup hidung, mencibir atau mendengus.

GLEE club adalah tempat dimana ketidaklaziman diterima. Ketidaknormalan diakui. Ketidaksamaan menjadi sama. Jadi, gak ada tuh sosok cantik, ganteng, baik hati, kaya, pinter. Gak ada.! Sosok-sosok seperti itu notabene milik sinetron-sinetron Indonesia.

Gue suka banget arransment musik-musik yang diremark. Mau lagu  dari tahun jaman Patih Gajah Mada masih pakai pempers pun, saat diremark dan dinyanyikan oleh anak-anak GLEE, hasilnya hanya satu kata KEREN!

Pesan moral? Jangan ditanya, deh! Gak ada satu episode pun yang sia-sia tanpa pelajaran moral. Gak! Mereka gak bernarasi panjang lebar dengan dialog-dialog yang bergincu norma-norma. Tapi, pesan moral itu disisipkan apik dalam setiap aksi, gerak, tari dan ekspresi.

Well, dibawah ini adalah para pemain inti yang muncul dari season 1. Setiap season ada wajah baru yang datang dan pergi. Tapi para pemain inti dibawah ini tetap muncul sepanjang episode. Gue menitik beratkan pada ‘keistimewaan’ mereka sehingga mereka.

RACHEL BERRY


Rachel Berry (Lea Michele) adalah sosok yang bakal dijauhin dari dunia pergaulan. Gimana, gak ? Dia itu gambaran cewek egios, selalu mau menang, selalu ingin di depan, gak pernah mau kalah, tukang ngadu, tukang bocorin rahasia, serakah, norak, ambisius. Siapa coba yang mau temenan sama orang macam itu? 

Cantik, sih. Tapi nyebelin banget. Di GLEE Club, Rachel seperti menemukan surganya sekaligus nerakanya. Diluar GLEE club, Rachel gak punya teman sama sekali. Bakat menyanyi yang luar biasa membuat teman-teman GLEE menerima Rachel.

Rachel adalah anak adopsi dari pasangan Gay. Dia dibesarkan oleh dua orang ayah gay dan beragama Yahudi. Lengkap sudah! Anak pasangan gay, Yahudi, sikapnya nyebelin adalah kombinasi sempurna untuk menjadi ‘sampah’ masyarakat.

FINN HUDSON
 

Ganteng, ketua tim Football SMU Mc Kenley, baik hati. Itulah gambaran sosok Finn Hudson (The late Corry Monteith). Sempurna? Ho ho ho … tentu tidak. Si Finn ini punya masalah dengan kemampuan otak. Doi lemot alias oon dalam menerima pelajaran. Finn selalu dapat nilai terendah dalam setiap mata pelajaran. Nilai tertinggi yang pernah di dapatnya C. Doi udah girang banget! Intinya, si Finn ini anak bloon. Doi cuma jago di pelajaran olah raga.

Meskipun awal keterlibatannya di GLEE Club adalah sebuah keterpaksaan dan aib, tapi justru di sanalah Finn menenukan bakatnya yang lain, yaitu menyanyi. Saat berada di atas panggung, dia merasa bebas dan bisa menjadi siapa pun yang dia mau.

KURT HUMMEL


“Dad, I’m Gay.” | “yes, I know” | itu dialog saat Kurt Hummel (Chris Colfer) terus terang pada sang ayah tentang ke-gay-an dirinya. Kurt tak bisa lama-lama menutupi perbedaannya dengan cowok-cowok lain. Kurt gak tahan lagi sembunyi-sembunyi ke kamar mandi cewek atau pakai krim anti matahari atau perawatan facial.

Gay masih merupakan momok aib di tengah masyarakat, bahkan dalam masyarakat se-liberal Amerika. Itulah sebabnya, Kurt menjadi bulan-bulanan bullying dari teman-temannya. Doi udah biasa dilempar ke bak sampah atau disiram air coke warna merah.

Di GLEE club, Kurt bisa menjadi dirinya sendiri tanpa takut dibully. Mereka menerima Kurt apa adanya. Yang lucu saat kemudian Kurt naksir sama Finn. Gimana reaksi Finn saat mengetahui dia ditaksir sama Gay? Apakah dia jadi antipati lalu menjauh? Oh, tidak. Finn cukup bijaksana dengan berkata, “Sorry Kurt, you have no chance with me. I’m straight”

ARTY ABRAMS


Menjadi cacat tidak menghalangi Arty (Kevin McHale) untuk mempunyai mimpi yang tinggi. Arty Arbrams tidak membiarkan kursi roda menjadi penghalang mimpi-mimpinya. Arty tidak suka dikasihani dan diistimewakan. Dia ingin diperlakukan sebagaimana orang normal. Namun tetap saja, masyarakat belum semua menerima kecacatannya. Seringkali Arty menjadi bulan-bulanan anak-anak yang lain.

Ada satu espisode dimana Mr Schue menyuruh semua anggota GLEE untuk memakai kursi roda selama seminggu penuh, untuk merasakan bagaimana menjadi Arty. Hasilnya, anggota GLEE menjadi semakin bersimpati kepada Arty.

TINA COHEN CHANG


“Si Asia” begitu sebutan untuk Tina Cohen Chang (Jenna Ushkowitz). Dia pemalu, gagap dan minder. Tapi saat nyanyi, penyakit gagapnya mendadak hilang dan dia bisa menguasai panggung dengan baik. Doi juga jago nari. Dandanannya juga nyentrik banget.

Tina menemukan kepercayaan diri di GLEE Club. Dia bisa bersuara lantang saat diskusi dengan teman-temannya di GLEE sementara dia akan menjadi gagap jika berhubungan dengan orang di luar GLEE. Baginya, GLEE adalah dunia.


QUINN FABRAY


Sempurna, mungkin saja melekat pada diri Quinn Fabray (Dianna Agron). Cantik, kaya, kapten Cheerleader paling keren se-Ohio, Cherio, mempunyai tubuh yang indah. Semua orang iri padanya, kalau saja….Quinn tidak hamil diluar nikah saat SMU.

Kehamilannya menjadi titik balik kehidupan Quinn yang tampak sempurna. Gara-gara hamil, dia dipecat jadi kapten Cherio. Gara-gara hamil, dia diusir orang tuanya dari rumah. Gara-gara hamil, Quinn jadi cemoohan teman-temannya sesama anggota Cherio.

Cuma di GLEE Club, Quinn diterima tanpa  dipermasalahkan soal kehamilannya. Bahkan anak-anak GLEE mempersembahkan sebuah lagu untuk menghibur Quinn saat dia berada pada titik terendah dalam hidup. Mereka juga mendukung keinginan Quinn untuk mempertahankan bayi-nya sementara tekanan untuk menggugurkan kandungannya datang dari pihak orang tua dan teman-teman Cherio.

Siapakah ayah dari sang jabang bayi yang dikandung Quinn Fabray?

NOAH ‘PUCK’ PUCKERMAN


Dialah sang ayah dari jabang bayi Quinn Fabray. Awalnya Quinn gak mau mengakui bahwa Puck (Mark Salling) adalah ayah biologis bayinya. Quinn lebih suka Finn yang menjadi ayahnya, sehingga dia sempat membuat cerita bohong kepada Finn.

Puck adalah gambaran cowok pemberontak. Rambutnya bergaya Mohawk. Puck terobsesi  meniduri cewek-cewek diseantero SMU McKenley. Seperti halnya Finn Hudson, keterlibatan Puck di GLEE Club adalah sebuah keterpaksaan. Tapi, akhirnya dia benar-benar jatuh cinta pada GLEE dan rela meninggalkan Club Football nya demi kompetisi yang harus diikuti oleh GLEE.

MERCEDES JONES


Rasis memang sudah bukan jamannya. Tapi , kenyataan sehari-hari, rasisme tetap ada. Bagi keturunan kulit hitam Afro-America, Mercedes Jones (Amber Riley), perlakuan rasis kerap diterimanya di sekolah kulit putih. Apalagi ditambah proporsi tubuh yang jauh dari standar ideal.

Hanya di GLEE Club, Mercedes bisa memperlakukan teman-teman putihnya seenak maunya dia. Bukan sebaliknya. 




SANTANA LOPEZ


Tokoh antagonis sebagai sidekick dari Quinn Fabray, Santana Lopez adalah cewek yang berasal dari keluarga imigran illegal Mexico. Santana juga tergabung di Cherio. Keikutsertaan Santana di GLEE Club awalnya adalah sebagai mata-mata yang bertugas untuk menghancurkan GLEE dari dalam.

Santana Lopez juga berbeda. Dia terang-terangan mengakui bahwa dirinya adalah lesbian. Pasangannya adalah …










BRITTANY PIERCE



Yoha! Doi adalah pacarnya Santana Lopez. Sesama anggota Cherio. Brittany Pierce sangat memuja Britney Spears. Ada episode khusus remark lagu-lagu Britney Spears dimana Brittany Pierce menjadi bintang di episode itu. Ke-lesbian- Brittany dipengaruhi oleh Santana. Di season ke 4, Brittany ‘sembuh’ dan kembali berkencan dengan cowok. Syukurlah …

Brittany ini agak ‘insane’. Doi paraiod sama hal-hal yang berbau alien. Dalam benaknya, selalu dihantui oleh serangan alien dari Planet luar untuk menghancurkan bumi. Teman-teman di GLEE hanya bisa menggeleng-geleng jika dia sudah berceloteh tentang mahluk luar angkasa.





WILL SCHUESTER


Dialah sang penggagas lahirnya kembali GLEE Club di SMU McKenley, setelah sekian lama mati suri. Kehidupannya nyaris sempurna jika saja dia tidak dibohongi oleh sang istri dengan kehamilan palsu.

Mr. Schue adalah sosok guru idola dengan pikiran terbuka. Para anggota GLEE memperlakukan Mr Schue sebagai teman, sahabat, kakak sekaligus pembimbing mereka. Dibawah asuhan Mr Schue, GLEE Club berhasil memenangi kompetisi demi kompetisi sehingga mereka mendapat tempat yang layak di sekolah SMU McKenley.








SUE SYLVESTER


Adalah sidekick-nya Mr Schue. Sue Sylvester (Jane Lynch) sangat membenci GLEE Club. Dia melakukan segala cara untuk menghancurkan Glee baik dari dalam maupun dari luar. Alasan dia membenci Glee karena sekolah memberikan sebagian budget milik Cherio kepada GLEE Club.

Oia, Sue ini adalah pelatih Cherio. Sue adalah orang yang selalu ngomong tajam, ketus, judes, menyakitkan, menghina, merendahkan, meremehkan. Semua anak Glee jiper kalau harus berhadapan dengan Sue Sylvester karena dia jago banget bikin mental down.







EMMA PILLSBURY


Guru cantik ini adalah tempat curhat anak-anak GLEE. Secara, doi adalah guru konseling. Kalau ada masalah, anak-anak GLEE datang kepadanya. Secara ‘casing’ Miss Emma tampak sempurna. Tapi, dia punya penyakit.

Miss Emma (Jayma Mays) sangat terobsesi dengan kebersihan dan kerapihan. Dia gak bisa tidur kalau ada setitik noda di meja. Dia akan gelisah kalau ada sepatu ditaro miring di rak sepatu. Dia akan menggosok setitik noda selama berjam-jam. Dia bisa mandi sampai 7 kali diulang jika merasa belum bersih. Kind of spooky, kan ?





1 komentar