Gemini Yang Bikin Gemas







Gemini yang bikin gemas.
Oleh Dwi Indarti


Cerpen ini dimuat di Majalah Boys and Girls
Edisi Agustus 2011


Kalau ada orang yang paling susah ditebak, mungkin itu adalah orang-orang yang terlahir di bawah naungan zodiak Gemini.

Dari hasil ‘searching di Google, aku mendapat gambaran tentang karakter orang Gemini, khususnya cowok.

Seorang cowok dalam zodiac ini memiliki wajah yang proposional, jemari yang panjang dan selalu mengetuk-ngetuk meja. Ia adalah type orang yang selalu menulis atau mencoret-coret kertas. Jika berpacaran dengan tipe cowok ini, kamu mungkin akan merasa berpacaran dengan dua orang. Kamu harus mampu menebak perasaan dan emosinya. Ia mengubah pikirannya secepat ia mengganti sepatu. Jika kamu jatuh cinta dengan cowok Gemini, bersiaplah merasa kesepian. Suatu ketika ia bisa menelepon berjam-jam hanya sekedar mengatakan betapa ia mencintaimu, dan kemudian menelpon kembali untuk membatalkan janji kencan. Jika ia mempunyai minat dalam dunia kepenulisan, maka ia akan berhasil dalam bidang itu. Banyak penulis terkenal yang berzodiak Gemini.

Ketika marah, ia dapat mengatakan bahwa ia sangat membenci baju yang kau pakai, padahal dulu ia mengatakan kamu sangat cantik dengan baju itu. Kamu tidak dapat mengharapkannya menjadi orang yang sama. Ia mampu menyembunyikan perasaannya dengan sangat baik. Ia bisa sama sekali tidak peduli apapun yang terjadi padamu, ia hanya akan bersikap tenang dan sabar. Namun, jika cowok Gemini jatuh cinta, maka ia memang sangat mencintaimu walaupun kadang sikapnya terasa menyebalkan.


Sayangnya, Ryan cowokku adalah Gemini dengan karakter persis apa yang dikatakan oleh si Google. Selama hampir setahun pacaran, aku sudah merasakan sifatnya yang mirip angin rebut dan bikin kalang kabut. Kadang dia membuatku melambung tinggi sampai langit ketujuh, tapi setelah itu, dia menghempaskanku dan mengoyak-ngoyak perasaanku. Beuh…Lebay!

Pada dasarnya, Ryan adalah cowok yang sangat menyenangkan, lucu, pintar dan ganteng. Banyak yang bilang wajahnya mirip Dimas Aditya. Pembawaaannya cool, cuek dan easy going. Itulah yang membuat aku suka padanya dan menerimanya saat dia ‘menembakku’.
Siapa sih yang gak seneng punya cowok kakak kelas, ketua Eskul teater, kapten tim kesebelasan sepak bola di sekolah. Kegiatannya seabrek. Berawal dari seringnya terlibat kerja bareng dalam kegiatan teater, hubungan persahabatan kami berubah menjadi asmara. Yah, seperti lagunya Zigas, gitu deh. Sahabat jadi cinta. Oia, dia juga jago nulis. Seems like he is so perfect. Ganteng, pinter, suka main bola, teater dan jago nulis !

Senangnya punya cowok yang jago nulis. Dia sering mengirim sms-sms puisi. Tidak melulu puisi cinta. Ada puisi tentang alam, kehidupan, perasaan, dan sebagainya. Pada hari ulang tahunku, dia menulis puisi khusus untukku sepanjang dua halaman – udah kayak cerpen - yang membuat setiap sel dalam tubuhku menari-nari bahagia setiap kali membacanya. Semua puisi itu aku simpan dalam sebuah file. Di hari ulang tahunnya, aku menulis ulang semua puisi itu di atas karton yang aku hias dan aku berikan kepadanya sebagai hadiah ulang tahun. Dia tak berkata apapun saat menerimanya. Tapi aku tahu dia sangat menyukainya karena dia memajangnya di dinding kamar.

Sebenarnya, aku berniat mengirim puisi-puisinya ke majalah tanpa sepengetahuannya. Aku sangat mendukung hobby menulisnya. Diam-diam, aku mengirimkan cerpen-cerpen yang sering dia perlihatkan padaku ke majalah-majalah.

Akhirnya salah satu cerpennya dimuat di majalah. Ryan senang sekali. Cerpen pertamanya itu langsung dipajang di Facebook. Aku bahagia sekali ketika membaca status FBnya. “Cerpen pertama gw akhrinya muncul. Thanks to my Angel. This is special just for you, love.”

Setelah dia menerima honor cerpennya, Ryan mengajakku jalan. Itu menjadi kencan yang paling indah yang pernah aku rasakan. Kami menghabiskan hari minggu dari pagi sampai malam. Pertama, kami mengunjungi sebuah pameran seni di Galeri Nasional sampai siang. Yah, kami gak terlalu paham soal seni sih, tapi seneng aja melihat-lihat karya lukis dan karya rupa, sambil foto-foto, dan setelah itu di upload di FB.
Lucunya, setelah kami puas bergaya di setiap lukisan dan patung-patung aneh, seorang panitia menghampiri kami dan berkata,” Maaf, dilarang memotret karya seni di pameran ini.” Hihihi…kemana aja dari tadi, mas? Kita udah dapat foto banyak, nih. Untung saja dia gak sita kamera kami.

Setelah itu Ryan mengajakku karaoke di sebuah mall. Saking asyiknya, tak terasa ternyata kami sudah karokean selama empat jam. Tagihannya mahal sekali. Padahal kami belum makan dan berencana nonton film Twilight Saga-New Moon. Karena aku pingin banget nonton, akhirnya acara makan di mall berpindah ke tukang indomie pinggir jalan. Honor cerpen habis dalam sehari. Aku sempat merasa gak enak. Itu’kan hasil keringatnya yang sudah lama ditunggu-tunggu. Tapi Ryan mengatakan hal yang membuat hatiku lega

“Duit pasti akan habis. Tapi moment seperti ini akan abadi selamanya dalam kenangan hidup kita.” So sweeeeeeeet.

Eit, tapi tunggu dulu. Tidak selalu indah seperti itu. Kalau sifat ‘angin ribut’nya kambuh, rasanya kudu stock kesabaran yang banyak! Cuma ada tiga kata yang mampu meredam sifat anehnya, yaitu sabar, sabar, sabar.

Siapa yang gak bete coba, kalau sms kita gak dibalas dan sekalinya dibalas lamaaaaaa sekali dan pendek sekali. Padahal aku sms panjaaang sekali. Misalnya nih ya, pernah sekali waktu aku sms seperti ini.

Say, td pas nunggu bis di halte q ketemu sama seorg bpk tua. Dia jualan kerupuk mie keliling. Krn kasian akhirnya q beli n sambil tanya2x ke bpk itu. Ternyta dia hidup seorg diri. Istrinya meninggal setahun yg lalu n mrk ga py anak. Kasian bgt,ya? Dan hari itu dia baru menjual 6 bh kerupuk mie yg harganya 2000 utk 3 biji kerupuk. Ya ampun, akhirnya q beli lagi. Waktu q cerita ke mama, mama srh beli lebih byk, tp uangku cuma ckp utk ongkos bis. Say, kamu bisa bkn cerpen ttg bpk itu, tuh. Gmn?

Tuh, kebayangkan panjangnya sms yang aku kirim? Aku tunggu-tunggu balasannya. Aku pelototin Hp. Setiap Hpku bunyi, aku merasa kecewa karena ternyata bukan sms dari Ryan.

Akhirnya jam 9 malam, layar Hp ku menampulkan tulisan, 1 message received from u know who (aku simpan nomornya dengan nama u know who). Dan inilah isi smsnya

“O, begitu”

Urrrggghhh….mau marah gak sih? Aku nangis kesal. Akhirnya aku menelepon Stella, sahabatku. Curhat.

“Angel, kalo gue jadi elu, gue bakal diemin dia besok di sekolah. Dia harus tahu, kalau dia tuh gak bisa seenaknya mainin perasaan cewek. Lu bisa ‘kan, gak tegur dia duluan besok?”

“Oke, Stel.Gue bakal cuekin dia besok!” Itu tekadku ketika mengakhiri curhatku dengan Stella.

Esoknya, aku berusaha menyibukkan diri dengan teman-teman. Tapi diam-diam mataku mencari-cari sosok jangkungnya. Akhirnya, ketika istirahat, Ryan datang ke kelasku. Pasti dia mau minta maaf, nih! Begitu pikirku. Tapi ternyata…

“Angel, pinjam duit sepuluh ribu dong! Besok aku ganti. Dompetku ketinggalan. Trus, tolong simpenin buku matematikaku, soalnya si Dani ribut minta contekan Aku bosen kasih dia contekan melulu. Jangan bengong begitu, Angie! Cepet dikit dong, aku ditungguin anak-anak nih. Mo latihan bola. Makasiaaa.”

Ryan ngeloyor pergi setelah aku mengulurkan selembar uang sepuluh ribu. Tak ada tanda-tanda dia ingat tentang sms semalam. Atau setidaknya kata-kata seperti, “Maaf. Angel, semalam aku lama balas sms kamu, karena Hpku mati dan pulsanya udah sekarat….bla bla bla” atau apalah!!!

Tidak sama sekali! Dia bersikap seperti tak ada masalah. Sampai akhirnya aku berpikir, mungkin memang tak ada masalah sama sekali. Masalah ini hanya aku rasakan di benakku yang semakin lama semakin mendramatisir. Hmm…

Tapi, tiga hari belakangan ini aku sudah tak tahan. Sikapnya aneh sekali. Ryan jadi terlampau cuek dan malas ngomong. Sekalinya ngomong, bicaranya ketus sekali. Jarang sms. Kalau aku sms duluan, maka aku harus menyiapkan hati untuk capek menunggu balasan darinya yang tak kunjung datang. Maka sekuat tenaga, aku menahan diri untuk tidak sms duluan. Kemarin siang, aku melihat dia dengan lima orang anggota Gank-nya bicara serius sekali di kantin sekolah. Duh, Ryan…ada apa denganmu? Aku gak tahan lagi nih….

“Ryan, kamu kenapa sih? Kok uring-uringan dan cuekin aku terus? Apa ada yang salah sama diriku? Kasih tau, dong. Jangan marah-marah terus seperti ini!” Cecarku saat dapat kesempatan berdua saja dengannya. Sebab, tiga hari belakangan ini dia sangat sibuk. (Atau sengaja menyibukkan diri?)

“What? Masalah? Masalah apa?” Tanyanya sambil terus memainkan Hp. Ih, siapa sih yang gak bete kalau lawan bicara kita asyik sendiri pencet-pencet Hp?

“Ryaaaan…Plis dong. Taro dulu Hp kamu. Kamu sms-an sama siapa,sih?” Aku hampir menangis. Akhirnya, Ryan meletakkan Hpnya tapi dia masih tetap diam.

“Ryan, kamu udah bosen sama aku, ya? Kamu udah punya gebetan lain? Terus terang aja kalau sudah mau bubaran. Tapi kasih tau aku alasannya. Apa kesalahanku yang membuat kamu seperti ini?!” Akhirnya tangisku pecah. Ryan jadi salah tingkah, tapi dia tetap tenang dan tidak peduli. Aku semakin kesal.

“Kamu ngomong apa,sih? Siapa yang punya gebetan lain? Atau kamu yang sudah bosan menghadapi aku? Kamu yang ingin kita bubaran?” Katanya dingin.

“Loh, kok kamu membalikkan kata-kataku? ‘Kan kamu yang selalu uring-uringan akhir-akhir ini? Kamu jarang sms aku dan selalu lama membalas smsku. Kamu selalu marah-marah kalau aku tanya ada masalah apa. Kamu jadi cuek sama aku. Kamu sibuk sendiri sama gank-kamu. Kamu gak pernah minta maaf karena udah nyakitin perasaanku. Atau kamu gak sadar udah nyakitin perasaanku? Aku gak mau seperti ini terus, Ryan. Sekarang aku mau kamu cerita ada apa sebenarnya.!” Rasanya aku ingin berteriak sekencang-kencangnya dan menangis sejadi-jadinya.

“Angel, sudahlah jangan nangis. Kamu terlalu mendramatisir. Kebanyakan nonton sinetron sih” Kata Ryan

“Itu karena aku perempuan, tau! Makanya, kamu ngomong ada apa, supaya aku tidak terus salah sangkah.” Jawabku di sela-sela isak tangis.

“Yah, emang belakangan ini aku lagi bete.” Kata Ryan

“ Tapi kenapa?” Tanyaku

“Karena, karena…MU kalah!” Jawabnya pelan.

“Hah, apa???” Tangisku mendadak berhenti.

“MU kalah! Tau, kan MU? Manchester United kalah dari Chelsea. Satu tiga! Padahal main kandang sendiri Old Trafford! Bikin bt! Gara-gara ksi Edwin Van Der Sar diganti di menit ke …” Ryan nyerocos sementara aku hanya setengah mendengarkan.

Duuuh, gemaaaaaaas! Siapa yang tahan sama cowok Gemini?

Sialnya, aku terlanjur sayaaaang banget sama dia. Susah deh!

‘***

8 komentar

  1. hahaha....gw juga nihh yang satuuu inii ampunnnnnnnn dahh...#tepokk jidat

    BalasHapus
  2. wkwkwkwwwk sabaaarrr.....gw bru tw gmini tu kyk gt,gw jg cwo gemini,kadang2 jg sk gt

    BalasHapus
  3. Hahaha persis sahabat gue

    BalasHapus
  4. ya gt dh dkt sm cowo gemini .. dbbm panjang lebar eh dijawb secukupnya.. bikin gemes berhubung aku orgnya penasaran..syp takut.. ikutin aja gmn maunya anggap aja seru2n brg.. jgn slh aku jg pny bnyk surprize bwt dy.. santai aja itung2 bljr sabar..

    BalasHapus
  5. Sama persis spti sy hahaha...
    Gemini ya emng gitu

    BalasHapus
  6. Hahaha... yg sabar ya cowok gemini emang gitu

    BalasHapus
  7. Emang gitu gemini, gak cewek gak cowok. Dari pada sms mending telpon atau ketemu langsung. Kita tuh pada males ngetik, tp klo lagi semangat ngetik ya panjaaaaaaanggg dan kebut bgt.

    BalasHapus
  8. Ngakak banget cerita terakhirnya :v. ����������������

    BalasHapus